Thursday, July 30, 2009

Things That You Own: Either You Need It, Or You Really Like It!

Beberapa teman member dari Jakarta Garage Sale memberi kabar akan menurunkan barang-barang bekas layak pakai mereka untuk ikut dijual di acara 1st Garage Sale tanggal 1 Agustus 2009 di Kalila Resindence. Senang sekali mendapat kabar ini! 

Lalu terbayang oleh saya, teman-teman ini, yang pasti adalah orang-orang sibuk, menyempatkan diri untuk bongkar dan bersih-bersih rumah sambil sortir barang-barang mereka yang pasti tidak sedikit koleksinya disela-sela kesibukan rutin harian mereka. 

Mmmm…. pasti jadi ‘moment’ yang menarik untuk mereka jalankan. Apalagi kalau dikerjakan bersama dengan pasangan, anak, kakak/adik atau siapapun orang terdekat mereka.

Dari pengalaman sendiri, kalau sudah bersih-bersih rumah dan menyortir barang, saya bisa betah seharian mengerjakannya (makanya seringkali acara ini saya kerjakan disalah satu weekend). Kepuasan yang saya rasakan lewat kegiatan sederhana ini lahir bathin. Rumah jadi nyaman untuk yang tinggal di dalamnya. Badan saya ‘semi’ berolahraga karena bongkar-angkut-pindah barang-barang di rumah. Lalu, saya mendapatkan barang-barang bekas yang siap untuk dilepas digarage sale dan barang-barang ini bisa bermanfaat untuk orang lain.

Ada ajaran yang saya dapat dari seorang teman baik (Virginia, may you rest in peace…) tentang barang-barang di rumah, yang selalu saya terapkan dalam proses penyortiran barang pada saat saya membersihkan rumah. 

Waktu itu, teman saya ini main ke rumah saya dan melihat sebuah kursi di rumah yang ‘nangkring’ sendirian di pojok ruang TV saya. 

Mungkin karena posisi dan bentuknya yang sedemikian rupa, mata Virginia melihat kursi ini sebagai barang yang tidak terpakai oleh saya. Lalu dia tanya ke saya apakah kursi itu saya pakai dan saya saya jawab hampir tidak pernah. Lalu dia tanya lagi apakah saya suka kursi itu dan saya jawab tidak terlalu juga karena designnya agak nggak pas dengan saya. Lalu dia berkomentar, “Inge, kalau menurut  feng shui, ini tidak baik.” 

Haaaa???? 

Ternyata teman saya ini, Virginia Irving nama lengkapnya, adalah orang yang menerapkan feng shui dalam hidupnya. Namun, prinsip-prinsip feng shui yang dia terapkan adalah prinsip-prinsip yang sederhana dan praktis yang bisa dipakai oleh siapa saja. 

Oleh Virginia, prinsip-prinsip sederhana yang kebanyakan dia dapatkan dari buku-buku yang dia baca, dia terapkan dalam kesehariannya, di rumah dan di kantor. 

Dari dia saya dapat sebuah pelajaran feng shui sederhana namun sangat mudah dan berguna untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saya. Ajarannya adalah, “You only keep things if either you need it or you really like it. If not, get rid of the thing. It’s not giving you any good benefit.”Terjemahan sederhananya: jangan simpan barang kalau nggak diperlukan atau nggak benar-benar disukai.”

Ajaran sederhana ini saya terapkan pertama kali pada kursi yang menganggur itu. Ada benarnya sih. 

Setelah kursi itu saya singkirkan, saya jadi punya ruang tambahan di rumah untuk meletakkan rak buku, yang lebih berguna untuk saya yang memang hobi baca dan koleksi buku. Otomatis, karena punya tempat tambahan untuk menyimpan buku, koleksi buku saya bisa bertambah lagi. Dan kegiatan santai saya di ruangan itu jadi  lebih seru rasanya karena semua barang yang saya sukai ada di ruangan itu dan semuanya ada dalam jangkauan tangan saya.

Tahun 1996 ajaran ini saya dapat dari Virginia dan sampai sekarang terus saya pakai dalam kehidupan saya, terutama setiap kali membersihkan rumah dan menyortir barang. 

Barang-barang yang memang diperlukan dalam keseharian, saya simpan dan saya pakai. Barang-barang yang sangat saya sukai, biasanya barang-barang yang punya nilai ‘sentimental’ yang besar untuk saya, hadiah dari Ibu misalnya, saya simpan. Hasilnya, tidak pernah lagi ada barang menumpuk tidak terpakai dan jadi sarang debu dan nyamuk di rumah saya. 

Pada saat melepas barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi pun hati terasa ‘ringan’ karena tidak adaemotional attachment terhadap barang-barang ini.

Tip sederhana ini sebenarnya bisa dipakai oleh siapa saja. 

Yang terkadang sulit adalah melawan rasa malas menyortir barang atau rasa sayang terhadap barang. 

Kalau diperhatikan lebih dalam, disini sebenarnya kita juga dilatih untuk  rajin dan memandang hidup tidak hanya dari segi materi. Mudah-mudahan tip sederhana yang saya share ini bermanfaat. 

Untuk teman-teman yang sedang menyortir barangnya, selamat menyortir, have fun!


No comments:

Post a Comment