Bangun pagi hari ini saya sedikit bernafas lega!
Lega melihat tumpukan barang-barang bekas dari member yang tadinya menumpuk di loteng sudah tersortir dan tertumpuk rapi.
Lega karena tahu hari ini saya bisa istirahat sebentar sebelum kiriman barang-barang selanjutnya membanjiri rumah saya lagi, karena sejak hari Senin, bertubi-tubi email dan sms datang dari member-member Jakarta Garage Sale yang berniat mengantar barang dihari-hari ke depan.
5 hari saya berkutat di tengah tumpukan barang-barang bekas.
Nggak habis-habisnya saya geleng-geleng kepala sendiri melihat banyaknya barang yang bertebaran. Amazing!
Saya jadi merenung sendiri, “Apakah benar kita sebagai manusia membutuhkan demikian banyak barang dalam hidup kita?”
Pada saat merenung di tengah tumpukan barang-barang bekas ini, saya teringat sebuah quote dari film “The 11th Hour” yang dinarasikan oleh Leonardo DiCaprio (highly recommended for you to watch!) Inti quote itu adalah, seharusnya manusia dalam hidup berpegang pada prinsip well being, and not well having.
Saya pribadi setuju dengan prinsip ini.
Bicara well being artinya bicara kualitas hidup. Dan kualitas hidup seperti apa yang sebenarnya bisa bikin kita bahagia sebagai manusia? Relatif, tergantung masing-masing individu. Tapi saya pribadi setuju dengan pendapat para filosofer bahwa well being erat kaitannya dengan rasa bahagia terhadap hidup, yang di dalamnya terdiri dari berbagai elemen, antara lain: spiritual, fisik, biologi.
Dari pengalaman saya belajar, to be happy I have to live a good life dan untuk itu saya harus terus mem-balance faktor-faktor dasar dalam hidup. Tidak ada yang boleh di-abuse maupun di-ignore. Dan saya masih terus belajar ...
Jujur, rasanya lebih gampang untuk ikut dalam arus well having.
Apalagi hidup dizaman yang serba mudah dan cepat sekarang, dan hidup di kota besar seperti Jakarta. Apalagi manusia memang punya kecenderungan sifat tidak pernah puas. Kalau dalam batas wajar, oke lah. Tapi kalau kita diperbudak?
Kita bisa dengan gampangnya terseret arus. Very soon, tanpa kita sadari, it will always be about having more!
Contoh gampangnya saja, gara-gara beli satu baju, kita merasa perlu sepatu, tas dan ikat pinggang yangmatching. Banyak ya? Padahal awalnya hanya 1 baju … Waktu dan kebiasaan terus berjalan, tanpa sadar sudah puluhan baju, tas dan sepatu menumpuk di lemari menunggu giliran untuk dipakai. Susah juga toh? Karena badan kita memang cuma 1! Sebanyak-banyaknya baju yang kita punya, kita hanya punya 1 badan untuk dipakaikan baju. Dipakai bergantian adalah salah satu solusi, tapi kalau kita diberi umur dan kesehatan...
Waktu menyortir barang-barang saya sendiri, saya sempat serasa ditampar.
Aduh! Banyak juga barang yang saya beli yang akhirnya nggak saya pakai. I feel guilty!
I have to admit to myself, it was fun to shop and have the stuff. But there’s nothing more! Kenyataan yang menyedihkan untuk saya!
Pada saat menyortir barang-barang orang lain, saya agak berbesar hati, karena ternyata saya tidak sendirian.
So, kalau pada saat perpindahan tahun kita sering membuat ‘new year’s resolution”, menjelang acara 1st Garage Sale tanggal 1 Agustus yang tinggal beberapa hari lagi ini, saya juga membuat resolusi untuk diri saya sendiri; "I will try harder to live a good well-being life…."
At the end of the day, I felt good and happy for the garage sale.
I enjoy every moment of it.
Saya berharap barang-barang bekas yang akan dijual nanti bisa membawa manfaat dan kebahagiaan untuk yang membutuhkan barang.
Hari ini, tim Jakarta Garage Sale berkeliling membagikan brosur acara ke sekolah negeri, ke warung, ke pos satpam, dst. Acara 1st Garage Sale bukan hanya untuk segelintir kalangan, it’s open for all!
Per hari ini saja, ada sekitar 600 baju bekas layak pakai dan layak jual yang mudah-mudahan bisa berguna untuk mereka yang membutuhkan. Terutama mereka yang punya banyak keterbatasan dalam hidupnya.Baju-baju ini akan dijual murah, bahkan ada yang dijual dengan harga Rp. 3.000.
Kemarin, bapak yang biasa ronda di area rumah saya , yang mendapat informasi tentang acara ini dari supir saya, sudah berkomentar “Saya boleh datang? Saya mau ajak anak-anak saya datang biar bisa milih baju dan mainan sendiri.” His comment made my day…
Dan untuk mereka yang lebih fortunate, sekedar berbagi rasa, berdasarkan pengalaman pribadi selama ini, kalau saya beli barang bekas layak pakai disebuah garage sale, alasannya adalah penghematan. Dan penghematan bukanlah kemiskinan, penghematan adalah bijaksana...
No comments:
Post a Comment