Sudah beberapa hari ini Jakarta Garage Sale sibuk membongkar berdus-dus dan berkantong-kantong barang bekas yang diantar beberapa member ke hub untuk dijual di acara 1st Garage Sale tanggal 1 Agustus 2009 di Kalila Resindence (terima kasih untuk Tesza, Nina, Kikio dan Nila).
Nggak ada jalan pintas untuk mengerjakannya. Semua barang, harus satu per satu barang dibolak-balik untuk dinilai. Bergelas-gelas es teh habis secara udara Jakarta memang sedang panas-panasnya selama beberapa minggu terakhir. Tapi karena semuanya dikerjakan pakai ‘hati’, seluruh proses bongkar dan sortir barang rasanya jadi an accomplishment dan an adventure tersendiri.
Ada 3 prinsip sederhana yang selalu kami pakai dalam menyortir dan menilai barang bekas yang kami terima.
Yang pertama, fungsi barang. Apakah barang memang punya fungsi dan manfaat? Kalau ya, untuk siapa?
Yang kedua, kondisi barang. Setiap barang kami dipertimbangkan benar-benar kondisinya, dari mulai bentuk, bahan, warna dan terutama apakah ada kondisi yang menyebabkan barang itu kurang/tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Lalu, prinsip yang ketiga adalah umur barang. Sudah berapa lama barang dipakai oleh pemilik pertama? Masih berapa lama lagi kira-kira barang bisa dipakai dan berfungsi?
Merek barang?
Itu sih jadi penilaian terakhir. Kalau memang barang bekasnya masih bagus kondisinya dan memang barangnya punya merek, ya itu jadi nilai plus. Bukan cuma karena harga barang barunya yang biasanya nggak murah tapi juga karena barang-barang ber-merek ini punya kualitas bagus dan daya tahan yang lebih kuat. Jadi, bisa punya manfaat besar untuk pemilik berikutnya.
Semua barang yang masuk ke markas Jakarta Garage Sale kami kelompokkan berdasarkan prinsip ini, lalu diberi harga satu per satu. Seringkali waktu memberi harga, kami minta second opinion dari Mbak Nur, ini mbak saya di rumah yang sudah 8 tahun setia kerja sama saya. Mata si Mbak Nur yang asalnya dari Desa Bawang di Purwokerto ini seringkali polos dan apa adanya dan justru kepolosan ini yang sangat membantu kami melihat barang dari ‘sisi lain’ supaya tidak salah mematok harga.
Pekerjaan ini sederhana tapi punya pembelajaran yang positif untuk kami.
Harus ada tim work.
Harus ada sistem.
Harus dikerjakan dengan serius dan makan waktu yang tidak sebentar.
Harus sabar dan teliti.
Dan banyak lagi.
Tapi semuanya sangat menyenangkan karena ada perasaan bahwa yang kita kerjakan ada manfaatnya untuk orang lain. Ya untuk orang-orang yang mau menyingkirkan barang-barang tidak terpakainya di rumah, atau untuk orang-orang yang nanti membeli dan mendapat menfaat dari si barang.
It’s fun and it’s fulfilling!
No comments:
Post a Comment