Thursday, October 4, 2012

A little spoonful of life


I decided to say goodbye to my carrier 4 months ago. Hasn’t been that long, but it was worthy and I don’t regret what I did.

Waktu akhirnya memutuskan mundur dari karir yang sudah saya tekuni selama 16 tahun, bertubi-tubi pertanyaan datang dari kolega dan teman: “kenapa?”, “yakin?”, “bisa?”, “mau ngapain di rumah?”, dst… 

Don’t know the answers to the questions, honestly. 

Yang saya tahu, I just had this gut feel to stop and open a new chapter in my life. Apa dan bagaimana bentuknya, not sure. Dalam hati kecil hanya ada perasaan, “there’s got to be more than life than this (read: work)”.

Juli 2009 saya mulai ‘hidup’ total di rumah, being a wife, a mom and myself : just a plain human being with what I have in front of me.

Biasa menghabiskan waktu di kantor, bersosialisasi dengan kolega dan teman, awalnya saya merasa ‘asing’ di rumah sendiri. Owwww … betapa awalnya saya ‘kangen’ dengan suasana ‘child’s- chaos-proof’ di kantor. Betapa saya ‘kangen’ dengan suasana ‘break’ dengan teman ditengah2 kesibukan pekerjaan. Betapa saya kehilangan suasana ngobrol dan diskusi secara intelek. I was in dilemma!

But I decided to continue anyway and search for a life that is fulfilling for me from home.

Di luar semua rasa kangen, ada banyak perasaan baru yang timbul.

Salah satunya : sebelum menjadi stay-home person, tidak pernah benar2 saya rasakan sebelumnya betapa manusia diberi begitu banyak waktu untuk menjalankan hidup dalam 1 harinya. Selama bekerja, perasaan yang selalu saya rasakan adalah: so many things to do and so little time. Dan tanpa saya sadari, setelah bertahun-tahun dijalankan, work has taken over most of my life (and apparently also my heart and soul).

Tidak pernah juga benar2 saya rasakan, betapa banyak ‘life management’ yang harus di-handle untuk diri sendiri, suami, anak, keluarga and others. And when I say ‘life management’, I’m saying physically, mentally and spiritually. 

Sekarang saya menata diri ulang dan belajar lebih dalam lagi tentang ‘life management’ : a full time job with plenty of hard works! (and no cuti …J)

Setelah 1 bulan full-time di rumah, disela2 rutinitas standar harian di rumah yang sudah berjalan, akhirnya saya putuskan untuk memberi diri saya sendiri kesibukan tambahan untuk mengisi waktu. Saya putuskan untuk mengadakan garage sale (salah satu hobby saya dari dulu …)

Rencana awal adalah untuk menggelar garage sale biasa seperti yang biasa saya gelar sebelum2nya. Tapi akhirnya semuanya malah berkembang. 

1 garage sale yang 'tidak biasa-biasa saja' berhasil saya gelar di bulan Agustus lalu dan ternyata proses serta hasilnya memberi saya kepuasan lahir dan batin! 

Jauh lebih puas dibandingkan EBITDA positif yang berhasil saya raih untuk perusahaan selama saya bekerja dulu. Jauh lebih menyenangkan dibandingkan album rekaman yang berhasil saya jual ratusan ribu kopi di Indonesia yang penuh dengan persaingan dan bajakan. Jauh lebih menyenangkan dibandingkan sebuah pagelaran konser yang biasanya memakan 90% waktu, tenaga dan pikiran saya.

Lewat garage sale, saya bertemu teman2 lama yang sudah lama hilang dari hidup saya.

Punya teman2 baru.

Memberi manfaat bagi orang lain.

Punya kegiatan tambahan yang menyenangkan yang bisa dikerjakan di rumah.

That is just to name a few…

All of it sure added color and flavor my heart and my soul, thus my life.

Sampai sekarang, masih banyak teman2 yang menanyakan kesibukan saya dan menawarkan kerja atau project, yang kalau tawaran itu dilempar ke saya 4 bulan lalu, pasti saya ambil dengan semangat menggebu-gebu. Semuanya saya tolak. Banyak yang bingung dengan pilihan saya untuk tetap fokus di rumah dan hanya menambah kesibukan dengan mengurusi barang2 bekas orang lain lewat garage sale.

 This is why …

My garage sale is my conscience. 

It reminds me that “life indeed can be fun if you really want to” (“Life” by Des’ree) - a phrase that can easily slipped our heart and mind in the mist of our hectic and ‘full-of-pressure and target’ life. Padahal, to have fun in life is simple. Kita sendiri yang seringkali membuatnya complicated.  Most of time, we are so busy and focus on the things we wanted in life and didn’t get. Padahal, life can be so much fun if we just accept what we have in front of us and have the desire to celebrate it.

Through my garage sale I’ve learnt that something meaningless can be rich and fulfilling, as long as it is yours to have and cherish.

Through my garage sale, I continue to let my self learn to do even the smallest task in my daily life whole-heartedly, with a dash of passion, devotion, commitment and discipline (yes, I do and love yoga and learnt this through yoga too).

In short, doing garage sale helps my conscience a lot!

And even though I am now living an ordinary life at home (which i realize that is just so boring for some people), I am happy with the little spoonful of life that I have!

It's mine and it’s up to me to add color and flavor to it! Yum …

No comments:

Post a Comment